Minggu, 29 September 2019

Fenomena warkop surabaya


Surabaya - Di berbagai sudut Kota Surabaya, biasa terlihat warung-warung kopi kecil yang penuh anak-anak asyik menatap layar gadget. Ada juga pria dewasa. Duduk semaunya, kadang kaki diangkat ke kursi. Sedang apa mereka? 

Seperti terlihat di salah satu warung kopi Jalan Nginden, Semolo, Sukolilo, Surabaya, Senin (26/3/2018). Suasana ramai. Si pemilik warkop, Alwit Setiawan (30) atau disapa Gundul, senang dengan kondisi itu.

"Di sini berbaur Mas. Orang datang, ngobrol-ngobrol. Main game sama-sama juga bisa," jelas Gundul kepada detikcom.



Gundul memasang WiFi sebagai penarik pembeli. Jadi meski yang ditawarkan hanya kopi dan minuman 
sachet seharga Rp 4.000 serta cemilan seperti kerupuk, warungnya ramai. Pembeli betah berjam-jam. Paling sedikit 2-3 jam.

"Kalau ada WiFi mereka betah. Jadi pesan (kopi) terus. Habis, pesan lagi, habis, pesan lagi. Tapi, ya, memang ada juga yang cuma satu kali pesan, duduknya lama. Tapi nggak masalah," ujar Gundul yang mengaku omzet warungnya kadang bisa sejuta lebih dalam sehari. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar